Karmic Koala Telah Kembali

Karmic-Koala-ShipitBeberapa hari sebelum rilis ubuntu 9.10 karmic koala, saya sudah memesan cd dari shipit ubuntu. Dua hari yang lalu saya mendapat kabar dari desa, kalau saya dapat kiriman dari ubuntu lagi. Cukup senang dengan kabar itu, (yahoo) sebab belum sampe satu bulan sudah dapet cd gratis dari canonical tersebut.

Sebenarnya saya sudah masukkan karmic ke dalam komputer saya beberapa hari setelah rilis, dengan donlot file .iso yang alamatnya saya dapat dari Ki Demang. Sukses install dan cukup puas dengan ubuntu yang cepat sekali masuk desktop.

Fitur bertambah dan loading pun cepat. Hanya saja saya cukup kecewa dengan network manager yang masih ada bug saat dipakai untuk dial koneksi speedy saya. (duh) Terpaksa saya mesti set ulang modem adsl saya. (doh) Kendala pun bertambah dengan tidak stabilnya modem adsl saya. Akhirnya saya tidak menggunakan ubuntu dan malah mencoba jendela7.

Saat mendapat cd gratis dari ubuntu tadi sore, saya bersemangat sekali mencoba kembali Karmic Koala. Harapan saya, setelah beberapa waktu perbaikan bug di network manager sudah ada. Tapi tenyata grub loader saya sudah tertimpa loader milik jendela7. Saya teringat postingan masIqbal yang membahas cara mengembalikan grub dan sukses.

Akhirnya saya kembali menikmati Karmic Koala. Masih perlu ada beberapa perbaikan yang mesti saya lakukan. Network manager yang sebelumnya menjadi masalah, masih belum saya coba lagi. Ngantuk. (sleeping)

Ubuntu 9.04 Jaunty Jackapole

zd_ubuntu_jauntyjackalope2Akhirnya ubuntu terinstall dengan sukses. Sejak beberapa bulan yang lalu sebenarnya sudah pakai ubuntu, cuma karena ganti harddisk, belum sempat install lagi, secara saya termasuk pengguna “Jendela” yang masih belum bisa lepas dari “Jendela”. :D

Saya ingin sekali lepas dari “Jendela” tapi kendala di berapa program yang saya pakai sekarang masih belum ada gantinya di ubuntu. Dan kemungkinan besar kalau saya pindah, bisa menghambat pekerjaan saya sendiri.

Masih banyak sekali pengguna “Jendela” yang sampai sekarang belum bisa pindah ke Linux atau Operating Open Source lainnya. Kebanyakan mereka menggunakan versi “petani” dari “Jendela” atau malah ada yang pakai versi resmi “Jendela” Vista dengan mengorbankan performa komputer dan menerima leletnya versi ini.

Berhubung saya sudah menginstall firefox 3.5.3 di ubuntu, saya akhiri dulu tulisan ini. Mari tebarkan semangat opensource di Indonesia. :D