Hari ini aku kurang beruntung. Tadi sore pergi ke warnet, ternyata koneksinya sangat lelet (doh), buka website sendiri aja yang servernya iix nggak kuat (doh)(doh)(doh), dengan perasaan agak jengkel akhirnya memutuskan untuk pulang saja. Tambah sial lagi, flashdiskku ketinggalan di warnet. Baru sadar pas dijalan. Langsung saja dengan motor yang terpacu aku kembali ke warnet tadi. Sesampainya di warnet itu, aku menuju komputer yang aku pakai tadi dan flashdisk sudah raib tak berbekas, aku tanya operatornya pun juga tidak tahu apa-apa. Sekadar info warnet terdekat dari rumah sekitar 3 KM.
Aku paling menyesalkan catatan yang sudah aku ketik dari rumah hilang bersama flashdisk itu. Memang belum jodohnya kali ya. Sepertinya kalau postingan itu kalo dipublish bakal menimbulkan masalah.
Sekarang dengan koneksi gprs im3 seperti postinganku dulu. Nasib masih sama. Sering Request Time Out, sangat Indonesia sekali. Untuk membuka blog sendiri sangat susah. Apalagi untuk blogwalking. Bermimpi pun aku tak berani. Akhirnya buka blog dengan mode tanpa gambar.
Aku ambil hikmahnya aja, mungkin memang sudah nasibku kehilangan flashdisk dan catatan itu. Malah bisa buat lagi seperti catatan ini. Menyesal pun tidak akan mengembalikan apa yang sudah hilang.
Aku malah jadi ketawa sendiri. Ingat kejadian beberapa waktu lalu saat omonganku disalah gunakan. Mungkin baru akan muncul akibatnya beberapa waktu kedepan. Aku coba lupakan saja. Aku nggak akan bisa mengembalikan waktu yang sudah berlalu. Waktu akan berjalan terus tanpa pernah berniat berhenti atau mundur kebelakang.
Perasaan menyebalkan karena tidak bisa terhubung internet ini cukup mengisi hati. Aku benar-benar sudah ketagihan candu internet. Sebuah dunia yang tidak terlihat dan tidak bisa tersentuh oleh indra. Hanya berupa kode-kode digital yang hanya mempunyai nilai 1 dan 0. Benar dan salah. Hidup dan mati. Dihubungkan oleh kabel atau signal radio yang mampu memindahkan semua informasi dari belahan dunia barat ke timur.
Entah desaku ini terlalu terpencil atau memang cukup sedikit pengguna internet, sehingga signal gprs sangat sulit mendapat kestabilan.
Catatan ini sepertinya hanya berisi keluh kesahku yang tiada henti. Mulai dari kehilangan flashdisk sampai koneksi internet yang cukup lemot. Sebenarnya ada hal-hal baik juga selama aku mudik. Misal, kemarin ak reuni sama teman satu kelas saat SMA dulu. Acara kemarin cukup ramai, bisa bertemu teman lama, berbagi pengalaman dan berbagi cerita seru maupun cerita aneh. Banyak hal yang bisa aku ambil saat berkumpul dengan teman-teman lama.
Saat kembali ke desa, aku jadi ingat masa kecilku dulu. Mulai dari SD sampe SMA. Kelas dua SD aku pindah ke desa ini, aku begitu terkesan dengan sawah yang luas dan cara memasak yang pakai kayu bakar. Udara segar yang sedikit tercemar, bau kayu bakar yang khas membuatku betah di desa. Terasa dekat sekali dengan alam.
Sebaiknya kuakhiri catatanku sampai di sini.