Setahun telah berlalu

bengawan semakin mengalir sampai jauh

bengawan semakin mengalir sampai jauh

365 hari yang lalu, di wedangan yang khas dengan kalkulator tanpa signal berkumpul bloggers solo kopdar yang kedua kalinya – kalo nggak salah. Tenguk-tenguk crita yang penuh keakraban dengan alunan musik akustik sederhana, dibentuklah Komunitas Bengawan yang semula bernama Blogos. Teringat samar-samar malam itu aku datang terlambat. Dan sampai disana pun nggak kenal siapa-siapa secara nyata. Soalnya hanya tahu dari tulisannya dan percakapan di milis.

Malam itu bertambah teman-teman dalam hidupku dari sebuah komunitas yang sangat cair bernama Bengawan. Komunitas blogger surakarta dan sekitarnya yang sedari dulu jadi perhatian kini semakin mengalir sampai jauh.

Meski aliran kadang terhenti sejenak, berkat kekompakan dan rasa saling memiliki Bengawan yang tumbuh atas keterikatan batin menjadikan aliran Bengawan ajeg. Belum ada lagi gelombang besar yang ditimbulkan oleh aliran Bengawan seperti saat launcing februari lalu.

Aku berharap, cairnya komunitas ini tidak menjadikan komunitas ini berhenti mengalir. Masih banyak sungai-sungai kecil yang mengharapkan Bengawan turut andil mengalirinya dengan semangat dan solidaritas.

Kemanakah Bengawan akan mengalir semakin jauh?

wordpress 2.9 tidak kunjung tiba

wordpress-logo

Baru saja pulang dari jenguk Riwis di rumah sakit, tiba dirumah, segera buka blog dapet pemberitahuan kalau ada upgrade wordpress 2.8.6. Kesan pertama setelah membaca pemberitahuan tersebut adalah kapan wordpress 2.9 dirilis? Yang benar saja, mungkin di versi 2.9 itu wordpress bakal melakukan perubahan besar sehingga untuk masuk ke versi selanjutnya aja lama sekali persiapannya. (thinking)

Dirilis update wordpress 2.8.6 ini, ada beberapa update keamanan yang berhubungan dengan adanya celah yang bisa dimanfaatkan author dan registered user untuk mengeksploitasi seperti yang saya kutip di sini. Bila blog anda memakai sistem pendaftaran dan penulis selain anda sendiri. Sangat disarankan memperbaruhi versi wordpress anda.

Saya lebih suka mencoba versi terbaru wordpress 2.9 yang masih dalam tahap beta, daripada memperbaruhi wordpress saya, sebab blog saya hanya saya saja penulisnya. (hassle)

Jangan kecewa setelah membaca postingan pendek ini, sebab blog wordpress.org yang memberitahukan update terbaru versi wordpress pun hanya dua paragraf. :D

Menulis Sebelum Tidur

He…he…he…sleep

Bebarapa saat ini terasa susah sekali menuangkan isi pikiran. Terlalu banyak kesibukan yang kadang hanya alasan untuk berkelit. Apalagi tulisan tangan saya jelek. Dibaca sendiri pun sulit, apalagi kalau dibaca orang lain.

Lebih mudah mengetik. Tidak perlu pusing memikirkan apakah tulisan bisa dibaca atau tidak, kecuali kalau memilih font (jenis karakter) yang aneh.

Perasaan malas menulis ini sepertinya mencapai tahap stadium akhir. Perasaan jenuh, capek, ngantuk. Seperti curhatan anak cengeng yang mudah menyerah dengan keadaan.

Selain kurang bacaan – sudah lama tidak berkunjung ke toko buku – banyaknya masalah yang datang silih berganti menyebabkan tangan ini susah sekali menekan tuts yang tertata rapi di keyboard.

Blog ini banyak sekali tulisan serupa seperti ini. Entah kenapa, kalau lagi malas menulis sesuatu, aku lebih suka menuangkan perasaan dengan mengetik tidak jelas. Terasa lebih plong dan tanpa beban. Tidak peduli apa jadinya postingan ini.

Jadi saya minta maaf kalau anda kecewa setelah membaca postingan tidak penting seperti ini.

Buat saya, tulisan seperti ini bisa mengurangi rasa jenuh saat melihat blog saya yang jarang update. Tambah lagi dvd drive saya tidak mau membaca, mungkin kurang tenaga atau malah sudah ingin pensiun.

Sudah cukup ngantuk, sepertinya tulisan ini harus segera di akhiri, tidur. Menulis sebelum tidur memang cukup menyenangkan.

Sumber gambar: http://psychiatrist-blog.blogspot.com/2007_11_01_archive.html

iseng kala listrik padam

DSC00159Sudah sejam yang lalu rumah dan sekitarnya diguyur hujan deras dan tak mau ketinggalan, sang petir terjun menuju bumi. Listrik padam sesuai prosedur kala hujan deras. Nyala sebatang lilin yang rela mengorbankan dirinya untuk menerangi kamarku. Itupun tinggal seperempat. Entah dimana kutaruh saudaranya. Lupa.

Barusan suara petir menyambar cukup keras, menghentikan detak jantung untuk sejenak. Suara hujan yang konstan menandakan belum habis cadangan air di langit. Atap rumah tak mau ketinggalan mengalirkan air lewat celah-celah genting tua tak tertata rapi. Untunglah sudah aku siapkan ember-ember di tempat favorit air hujan mendarat.

Begini rasanya kalau nggak ada listrik, komputer tak nyala, radio tidur, lampu padam. Remang-remang. Paling tidak handphone masih bisa akses plurk dan twitter meski super lelet gara-gara hujan. Untunglah para nyamuk tidak berkeliaran, mungkin mereka berteduh dirumah atau tidak punya payung. :p