Penyelesaian

Penyelesaian

Pelajaran berharga, ketika menjadi seseorang yang harus benar-benar netral mengatasi masalah atau konflik. Miskomunikasi rentan terjadi pada pemecahan pertikaian antar teman. Saya harus benar-benar mendengar dari kedua belah pihak, dan melihat dari sudut pandang orang luar, tanpa terpengaruh penilaian subjektif.

Suatu masalah yang dipandang dari satu pihak, hanya memperburuk keadaan. Perlunya empati dan menahan diri tanpa terpengaruh perasaan memihak menjadi pegangan. Masalah atau konflik sering berefek domino, berhubungan satu dengan yang lainnya. Mengurai satu per satu simpul kejadian sehingga menjadi gambaran besar suatu masalah. Jalan keluar masalah pun lebih mudah ditemukan.

Perlu adanya keterbukaan dari kedua belah pihak. Sama-sama ingin memecahkan masalah. Kerendahan hati mengakui kesalahan, kejujuran mengungkap kunci-kunci penting tanpa harus membeberkan hal-hal pribadi dan konsistensi menjalankan penyelesaian masalah tanpa mengulangi pemicu masalah itu sendiri.

Hari ini saya merasa sangat banyak mendapat pelajaran berharga. Sebagai seorang teman, mediator, dan manusia tentunya. Terima kasih kawan.

© sumber gambar: http://controversins.blogspot.com

Hujan, keluhan, kenangan

hujan

Hujan. Berkah yang banyak dikeluhkan. Musim hujan ini semakin banyak saja yang mengeluhkan tentang hujan. Lha, nggak bisa melawan cuaca. Kenapa nggak diterima saja. Udah dikasih air gratis biar tak kekeringan, tetep saja banyak keluhan – saya sendiri juga ngeluh, seperti keadaan saya siang ini, tidak bisa pergi ke manapun, dan harus menahan lapar.

Kalau dilihat dari sisi lain, hujan, mengingatkan kenangan masa lalu. Kenangan yang mungkin lebih terkesan dari terjemur teriknya matahari. Kenangan saat hujan yang terukir bersama someone special. Kenangan yang mungkin terlupakan, dan hanya diingat saat hujan.

© gambar: http://fazz.files.wordpress.com/2009/07/raining.gif

Ingin Sendiri

kesendirian

Kadang, perasaan ingin sendiri sering muncul tiba-tiba. Kesendirian bukan berarti ingin menghindari dunia. Kesendirian sebagai saat merenung atau sekadar instropeksi diri. Menyelami kehidupan. Menjelajah ruang dan waktu masa yang telah dilampaui. Memilah dan memilih mana yang keliru dan harus diperbaiki. Mengambil pelajaran dan menjadikan pedoman kebenaran yang telah dilakukan.

Suatu momen yang mungkin kadang terlewat begitu saja. Terlalu sibuk dengan kesibukan beneran atau buatan. Apalagi jika terlalu aktif memantau social media sehingga malah terlalu sibuk mengurusi urusan orang lain. Be busybody.

Momen sendiri beberapa saat, menata pikiran, menenangkan jiwa. Paling tidak, sebentuk terima kasih pada diri sendiri. Mau coba?

© sumber gambar: http://crestondavis.wordpress.com

blog dan blogger

blog

Blog, Weblog, Online Diary, dan sebutan lainnya, masih terasa awam bagi sebagian orang yang akrab dengan internet. Orang yang hobi nge-blog biasa disebut blogger pun, sering disangka spesies lain yang punya makanan, hobi, ketertarikan tersendiri. Kadang saya bingung mau jawab, ketika ditanya “selera musik blogger itu apa?”, atau “makanan favorit blogger itu apa?”, bahkan ada yang tanya “San, pekerjaanmu masih blogger?”. WTF, sejak kapan blogger jadi pekerjaan?

Bahkan isi blog saya hanya catatan, yang mungkin saya anggap penting, atau sekadar keusilan jari-jari saya memencet tuts keyboard. Dan, blogger itu bukan makhluk dari Spesies lain atau malah Ordo lain. We’re just Human with blogging as hobbies.

Lalu, bermanfaat atau tidak nge-blog itu? Konten setiap blog berbeda satu yang lainnya, terserah pembuat blog itu sendiri. Tak ada yang mengatur. Pembaca atau pencari informasi yang membuka atau nyasar  ke sebuah blog, jika sesuai yang diingin dan dibutuhkan, maka bermanfaat, jika tidak, minimal bisa jadi referensi dikemudian hari.

Soal tren nge-blog, saya suka dengan posting PamanTyo, berikut cuplikannya:

Kalau cuma tren, tak ada blog baru, tak ada posting baru. Kalau blog cuma tren, RSS reader hanya berisi produk jurnalistik dari media terlembagakan. Tapi ya itu tadi, tak mungkin (dan tak perlu) kita berharap semua pengguna internet menjadi blogger.

Sumber: http://blogombal.org/2010/11/16/pada-akhirnya-adalah-seleksi/

Ubuntu 10.04: Setting Koneksi Modem SMART ZTE AC2726

Modem-Smart-ZTE-AC2726

Modem-Smart-ZTE-AC2726

Setelah beberapa bulan ini memakai (lagi) Ubuntu Lucid 10.04, hari ini iseng mencoba koneksi internet memakai modem Smart ZTE AC2726 – sebenarnya beberapa bulan ini mabuk koneksi internet di Rumah Blogger Indonesia (#RBI) yang disupport XL Axiata.
Selama ini saya memakai wvdial untuk koneksi internet. Hanya saja, kali ini saya terlalu malas setting wvdial dan tetek bengeknya, maka mbah google menjadi satu-satunya tempat bertanya. Dan hasilnya, dengan setting network-manager pun, saya bisa langsung koneksi internet melalui modem Smart ZTE AC2726, syaratnya saya tetap harus install usb-modeswitch.

sudo apt-get install usb-modeswitch

Lepas dan pasang lagi Modem Smart ZTE AC2726 kemudian buka network-manager ubuntu 10.04 dan modem Smart ZTE AC2726 pun terdeteksi dengan sempurna.

Langsung saja klik dan ikuti petunjuk setupnya. Seperti di seri gambar:

modem-setup-1 modem-setup-2 modem-setup-3

Nah, tinggal masukan username dan password lewat Preferences>network connection>Mobile broadband>(nama koneksi)>edit.

Network-Connections-setting Editing SMART connection
Selesai, koneksi lewat network-manager dengan klik Smart connection.

network-manage-connect