Category Archives: Reviews

Artikel ulasan tentang banyak sedikit sesuatu

Bermain Ingress

Ingress-Featured-LogoJika kamu seorang penggemar Augmented Reality Game (ARG), besar kemungkinan kamu sudah mendengar atau malahan sudah bermain Ingress. Ingress adalah ARG berbasis Android buatan Niantic Labs salah satu divisi Google, Inc. Alkisah terjadi perseteruan antara Resistance dan Enlightened memperebutkan portal yang berwujud landmark di setiap kota di seluruh belahan dunia. Tentu saja dibumbui tema alien dan konspirasi agar permainan semakin menarik.
Continue reading

TORN | Top text based online RPG game

Nyewu Di Torn

Sebenarnya saya pernah menulis tentang Torn City, kira-kira tiga tahun yang lalu. Saat membaca tulisan saya yang lama, jadi pengen ketawa sendiri, ternyata saya pernah menulis asyik – hanya curcol, jadi nggak nyambung.

Jika kamu belum tahu tentang Torn, saya jelasin sedikit deh. Torn adalah game online berbasis teks, dengan latar kehidupan kriminal di sebuah kota bernama Torn City. Kamu bisa jadi karyawan yang baik di perusahaan atau Badan Usaha Milik Torn (BUMT) sekaligus bertindak sebagai kriminal, terserah. Continue reading

The Darkness of Gatotkaca

The Darkness Of Gatotkaca

Seorang patriot yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai yang dia pegang.
Seorang panglima perang yang selalu melaksanakan tugas dengan tuntas.
Seorang pahlawan yang selalu rela berkorban demi bangsa dan junjungannya.
Sosok yang hidup dalam kesendirian dan kesunyian.
quote ini diambil dari sampul buku The Darkness Of Gatotkaca

The Darkness of Gatotkaca buku karangan Pitoyo Amrih, baru saja selesai saya baca. Buku ini menceritakan tentang kisah kehidupan Gatotkaca, tokoh dunia wayang yang memiliki kesaktian tanpa tanding di dunia wayang. Gatotkaca lahir dari pasangan Raden Bima dan Dewi Arimbi. Bisa dikatakan persilangan antara manusia dan bangsa raksasa. Continue reading

ubuntu-lucid-lynx

Lucid

ubuntu-lucid-lynxLucid sudah nempel di PC untuk beberapa waktu yang lampau. Dapet file iso kurang dari 5 menit dari Kang AndyMSE. Awalnya sempet jengkel, tidak bisa install Lucid sebab PC tidak detek usb boot. Setelah telaten nyari Cakram bekas, akhirnya dapat DVD-RW bekas, untungnya masih bisa dipakai. Syukurlah.

Setelah install di pagi buta, masuk juga Lucid di Harddisk. Pertama kali login, terpukau dengan kecepatan loading yang terasa lebih cepat dari kakaknya Karmic – atau cuma perasaanku saja. Yang paling menyenangkan dari Lucid, ukuran layar mencapai 1280×1024 pixels dengan kartu grafis onboard.

Akhirnya sampai sekarang sudah cukup lama meninggalkan Jendela 7 yang semakin lambat saja.

ilustrasi: www.sucka.net