waras nggak?

smile_3d1 Mulai menulis memang sulit sekali. Tinggal pencet tuts keyboard aja dan merangkai kata, serasa ada beban berat. Kayaknya mahal banget menggerakkan jari ini.

Huruf demi huruf yang dirangkai membentuk kata, kata demi kata yang membentuk kalimat, kalimat demi kalimat jadi paragraf. Koyone angil banget.

Rasa jenuh menghadapi layar komputer yang hanya diam menatapku, menampilkan semua  huruf, kata, kalimat yang aku tulis. Padahal aku udah tahu nulis apa, kenapa ditampilkan? Tampilkan sesuatu yang lain gitu.

Serasa seperti orang gila yang kewarasannya mulai berjatuhan seiring semakin banyaknya huruf yang kuketik.

Gambar diambil dari http://clubs.yuwie.com/smiley/

Hari ini…

Akhirnya blog ini pindah mesin ke wordpress. Jadi masih banyak perbaikan-perbaikan yang akan dilakukan. Dan blog ini pun sementara masih dalam tahap maintenance. Mohon pembaca sekalian tidak kecewa kalo akhir-akhir ini jarang update blog karena ketagihan plurk. Maaf. :D

4 Februari

Jalan setapak yang mulai menyempit membuat berpikir dua kali untuk melangkah. Rasa dingin dunia yang mulai menusuk tulang pun semakin terasa linu. Pandangan yang dikaburkan kabut kesesatan membuat mata perih. Beban berat yang bergelantung di pundak semakin terasa berat.

Mencoba berhenti sejenak melepas lelah, genangan air ini tidak mau menyingkir, malah memanggil temannya datang berkumpul. Semakin terasa lelah. Terlelap di antara bumi dan langit.

Kehangatan mentari di pagi hari hanya bisa dirasakan sejenak, segera di usir arak-arakan awan mendung yang ingin segera melepas bebannya. Langit yang menangis sepanjang hari membuat jalan ini semakin licin dan menipu.

Sepi yang terasa makin hari makin tak terasa lagi. Seolah-olah menjadi kebiasaan yang menipu diri. Rasa yang menjadikan diri seolah memang sendiri di belantara buas yang luas. Hanya desahan angin yang setia menemani setiap langkah. Gemricik aliran air sebagai obat sepi yang mujarab.

Terlihat sorot cahaya dari ujung jalan. Mencoba mempercepat langkah mencapai setitik harapan. Tiba-tiba terhenti oleh rekahan mulut bumi tepat di depan ujung kaki. Hampir saja tertelan mentah-mentah. Lagi-lagi harus memutar jalan lagi untuk mencapai sorot kecil cahaya yang mulai membesar.

Akankah jalan ini tak kunjung berujung? Atau memang harus memilih jalan lain yang juga samar?

Pulang Ndeso!!!

Meski sejak sore hujan terus. Sekitar jam 7 malem hujan lumayan reda. Aku sempetin pulang ke desa jenguk keluarga. Daripada di undur-undur mending sekarang aja. he..he…he…


Berhubung disini gak ada Speedy, aku sempetin masang modem dial up telkomnet yang emang kecepatan terbatas. Yang penting bisa buka email dan browsing dikit-dikit asal gak donlot aja.

Bisa nunggu se umur hidup kalo pake acara donlot juga.

Btw, aku cari add ons Thunderbird ku buat kustom header quote ternyata membuahkan hasil. Meski pake koneksi yang lelet banget, untung ukuran filenya kecil. jadi gak makan waktu lama.

Add to Technorati Favorites