Self taught web developer, author of VirtueMagz.com, currently working on several freelance projects. Spend free time to write blogs, read books and do someting

Oblong Merah Muda

Hari ini, saya bersama teman-teman Bengawan mengikuti acara “Oblong Merah Muda” yang diselenggarakan Komunitas Blogger Ngalam, tentu saja di kota Malang.

Seperti biasa, acara komunitas blogger yang rangkaiannya lebih dari sehari, seringnya komunitas tuan rumah menyediakan tempat penginapan untuk tamu komunitas blogger luar kota. Kali ini, Globber Ngalam — julukan Blogger Malang — menyediakan barak militer untuk penginapan — berasa wajib militer.
Continue reading

Tahun Baru

Tahun baru bagi saya hanyalah pergantian kalender berdasarkan rentang waktu tahun. Saya tak terlalu peduli dengan pergantian kalender karena saat ini lebih sering menggunakan kalender digital. Dan perayaan tahun baru tak terlalu tertarik, selain tak suka keramaian, perayaan ini hanya pemborosan di akhir tahun dengan tanggungan di awal tahun berikutnya.

Jika melihat orang berbondong-bondong dalam euforia perayaan tahun baru, saya malah bingung sendiri. Apalah artinya merayakan pergantian tahun – mungkin memang saya yang nyinyir – tapi demi apa pergi ke pusat kota, bermacet-macet ria, demi melihat kembang api (biasanya ada kembang api di detik-detik pergantian tahun).

Hari berikutnya di tahun yang baru, kehidupan kembali seperti biasa, tak ada perubahan sama sekali, bahkan resolusi yang dibuat beberapa hari sebelumnya kadang terlalu muluk sehingga menyadari bahwa tak mungkin tercapai. Mungkin, paling tidak manusia masih punya harapan (cita) di masa mendatang yang setinggi langit demi semangat hidup atau sekadar bermimpi.

Selamat Tahun Baru 2012 bagi yang merayakannya.

updated 1-1-2011 1:36

di Dini Hari

Yang aku ingat di dini hari adalah kelaparan dan insomnia. Solusinya adalah menuju ruang makan. Suasana yang sunyi, dengungan konstan lemari es, suara gemeletak barang pecah belah ketika aku bongkar isi meja makan. Kadang aku tak sabaran, mengacak-acak meja makan sampai menemukan sesuatu yang bisa dimakan – mirip tikus kelaparan yang tak makan berhari-hari. Continue reading