Sore, cerah, terasa damai sekali. Sudah lama sekali tidak menikmati. Hampir dua tahun disibukkan pekerjaan menyita waktu dan terpaksa menghabiskan waktu di dalam gedung tanpa menyadari pergantian antara siang dan malam itu.
Saat duduk di depan rumah, seperti menemukan sesuatu yang hilang. Perasaan damai saat menyaksikan pergantian siang dan malam membangkitkan memori masa kecil. Memori saat masih ber umur satuan belum belasan bahkan puluhan. Masa kecil saat belum tahu dosa, bukan tidak berdosa. Saat tidak ada beban karena tidak pernah memikirkan masa depan. Hanya menjalani kehidupan mulai membuka kelopak mata sampai terpejam kembali di sepertiga awal malam.
Bedanya dengan sekarang lalu lalang kendaraan lebih ramai daripada dulu. Pohon jambu air yang dulu berdiri tegak sudah hilang tak berbekas. Tinggal pohon belimbing di sebelah barat dan beberapa pohon yang menjulang seperti tombak disebelah timur. Rumah ini pun sudah ditinggalkan penghuni yang lain. Membuat rumah-rumah lain. Rumah ini diam sepi, tak bersuara riang lagi.
Suasana sore ini menghanyutkan. Membius takut dan khawatir. Tinggal damai menyelimuti. Seperti sore yang berumur pendek, kedamaian pun terusik suara handphone. Alat yang sebenarnya menjajah privasi. Mau tak mau, harus angkat kaki dari kedamaian ini. Semoga esok bertemu sore lagi.
Post Berkaitan:
waduh..
jangan-jangan sampeyan regresi iki… (lmao)
waduh, mudengku ekskresi (goodluck)
Kenangan masa kecil memang memberikan warna yang indah dalam hidup kita.
.-= Estiko´s last blog ..Bekasi Bersih Partisipasi Blogger 2 =-.
betul kawan, (y)
heeeeeealaaaaaaaah…….
iso memandang langit sore hari juga akhirnya….
selamat (applause)
.-= riuusa´s last blog ..Rumah Dara a.k.a Macabre =-.
sopo sing ulang tahun, kok selamat??? (party)
lho….bukan dirimu ta????
ya wes ra sido selamat nak nu (tongue) (tongue) (tongue)
.-= riuusa´s last blog ..Rumah Dara a.k.a Macabre =-.
Sama mas, dulu sempat kehilangan banget ndak ngerasain langit biru, senja, bintang..
Mulanya nyalahin kerjaan yg ndak abis-abis.. Tapi trus akhirnya sadar, diri sendiri yg harus menyempatkan untuk menikmati momen-momen seperti itu
syukurlah, jenengan sudah sadar (goodluck)
Pingback: indra wardana
aku juga suka memandang langit. Apalagi langit Senja. Melihat bintang..
kadang lupa yah, seperti baru kemaren berumus 5 tahunan, sekarang sudah puluhan. hehe.
Di jakarta memandang pohon pun sudah sulit….
.-= Maslie´s last blog ..Penyakit “Narcissistic Personality Disorder” =-.
masa kecil dulu memang masa indah klau dikenang sekarang pasti jauh bedanya (y)
.-= rudis´s last blog ..JANGAN SEMPITKAN RAHMAT ALLAH =-.
Sore? Nama sebuah band musik! (y)
.-= Asop´s last blog ..Tepat Waktu =-.
“Masa Kecil memang masa yang indah untuk dikenang sampai kapanpun tak terhingga waktunya”… (y)